Cerpen Senja Cinta by Zahra Diyzha


Senja cinta <3
Author : Zahratul Wahdati a.k.a Zahra diyzha
Pembuatan cerpen : 3th yang lalu saat sma kls 1
Warning :
ini murni buatan author.tidak boleh bashing,tidak boleh copy,tidak boleh plagiat yang melakukan hal diatas akan terkena azab karena itu adl perbuatan dosa
kau tau azabnya yaitu mandul 7 turunan dan kena bisul nggak sembuh sembuh.
#sadiisss :D
Diharapkan baca sambil merem cos byk typo n cerita rada rada geje..

HAPPY READING 

            Sorot Mata gadis itu menatap  lurus  menikmati langit senja, yang terlukis di ujung laut biru,meski udara semakin menusuk , dia masih saja duduk diam  beralas pasir putih  dengan wajah sendu.suasana hening hanya terdengar deru ombak dalam kesunyian , tiba tiba dia tersenyum kecil tapi sedetik kemudian dia diam kembali,setetes air mata jatuh di pipinya, seakan meluapkan kerinduan  tertahan di jiwa gadis itu.

***
“ Sudah sampai belum...” Rengek Jingga sambil meraba dua telapak tangan seseorang yang menutupi kedua matanya, berharap mendapat celah untuk mengintip apa yang ada didepannya.
“ Huushh jangan ngintip..hampir sampai kok” Lian mempererat  jari jari nya agar tidak ada sedikitpun celah untuk kekasihnya itu mengintip . dia tidak ingin kejutan 3th universery hubungan cinta dia dengan Jingga gagal,sambil tersenyum dia menatih langkah Jingga hati hati menuju tempat romantis yang dia temukan 2 hari lalu. Mendengar rengekkan penasaran dari Jingga membuat hati Lian semakin bahagia.
“ Sudah sampai...” Seru Lian ,dia membuka ke 2 telapak tangan yang menutupi mata Jingga
“ Benar kah” Jingga membuka matanya pelan pelan lalu tersenyum ketika dia dapati sebuah lukisan alam yang menakjubkan di hadapannya. Senja di ufuk barat sangat mempesona,hingga Jingga hanya bisa terdiam dengan pandangan lurus  “ini indah sekali ....sungguh...”ucapnya pelan
“ kamu suka?? ” Lian menatap Jingga yang berada disampingnya, melihat senyum gadis yang dia cintai membuat hatinya sangat bahagia.
“hmm...sangat sangat suka..” Jingga menoleh ke arah Lian lalu tersenyum manis “terimaksih Lian sayang”
“ sama sama Jingga sayang ,”
Kini mereka duduk dengan alas pasir putih nan lembut,deru ombak dan kawanan burung camar terbang bebas menambah kesan romantis tempat ini, Lian merengkuh lembut bahu Jingga lalu dia sandarkan kepala kekasihnya itu di bahunya.
“ senja sangat indah saat ini...karna warna jingga lebih mendominasi warna di langit,meski senja hanya sebentar sehingga pertemuanku dengan warna jingga hanya sekilas tapi semua itu sudah bisa membuatku jatuh cinta ... “ ucap Lian datar .”seperti pertama kali bertemu dengan mu sekilas tapi membuat fikiranku selalu memikirkanmu dan aku menyadari aku sangat mencintaimu” Lian menatap wajah Jingga yang berada begitu dekat dengan wajahnya.
Jingga membalas tatapan Lian , dari sorot mata kekasihnya itu dia tau peryataan tadi adalah tulus dari dalam hati Lian . gadis itu tersenyum merasakan cintanya semakin besar untuk Lian,lalu dia merengkuh tangan Lian kedalam genggamannya dan berbisik di wajah lelaki yang selalu disampingnya itu “ Aku juga seperti senja , aku hanya melihatmu sekilas lalu aku pergi ,tapi wajahmu selalu ada dibenakku..aku sangat mencintaimu.”
Lian tersenyum , sorot mata keduanya terus beradu dalam diam,tidak ada lagi kata kata yang bisa menggambarkan kebahagiaan mereka berdua sekarang, kini wajah Lian semakin mendekat  ,terasa olehnya hembusan nafas Jingga menerpa wajahnya,dan ahirnya  dia mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibir tipis Jingga.
Jingga adalah gadis cantik , ceria ,lembut, manja dan cengeng,dia anak bungsu dari dua bersaudara yang dilahirkan oleh pasangan suami istri pemilik hotel hotel bintang 7 di kota bali,dia sangat dimanja oleh orang tua dan kakak lelakinya,sehingga kadang dia suka merendahkan orang lain dengan kata kata yang keluar dari mulut manisnya tanpa sadar,tapi dia adalah orang yang baik hati dan ramah.
Dan Lian adalah lelaki tampan dengan tubuh abs , cerdas , romantis , perhatian dan tipikal orang yg tidak bisa melihat orang lain tersakiti apalagi hingga orang itu menagis karna dia lelaki yang baik dan sosok pelindung yang akan berkorban demi kebenaran, ,dia orang yang menerima kekurangan dan kelebihan seseorang , dan dia   tidak akan memandang seseorang dari drajatnya,  Lian adalah anak tunggal Pak adesta direktur beberapa peruasahaan ternama.
tidak ada celah untuk memisahkan mereka berdua,meski hubungan mereka tidak berjalan dengan mulus karena kecemburuan yang sering datang ketika salah satu dari mereka melihat pasangannya sedang dekat dengan orang lain.tapi itu menjadi hal biasa karena banyak sekali gadis gadis yang berharap menjadi pacar Lian dan sebaliknya banyak sekali laki laki yang antri untuk menjadi pacar Jingga...meski masih saja cemburu tapi kepercayaan tentang cinta mereka yang akan meredam api cemburu itu.
Matahari sebentar lagi akan tenggelam,langit senja semakin sirna dan kini langit jingga hampir terganti dengan langit ungu.Lian teringat sebuah benda munyil yang dia simpan di saku celananya.diapun merogoh saku celananya lalu menggenggam benda itu .
Dia tersenyum lalu menjulurkan genggaman tangannya di depan Jingga “ Ini kejutan penutup senja hari ini”
Jingga menunggu dengan antusias genggaman tangan Lian terbuka,matanya semakin membelo ketika Lian membuka genggaman tangannya sedikit demi sedikit ,sehingga membuatnya semakin penasaran sebenarnya benda apa yang tersembunyi di genggaman tangan Lian, ketika genggaman tangan Lian terbuka dengan sempurna, Jingga tersenyum bahagia
“cantik sekali..aku menyukainya”
“ bagus lah aku pakaikan yah..”
Lian memakaikan benda cantik itu di leher kekasihnya,kalung berliontin love dengan inisial LJ  terlihat semakin cantik ketika bersandar di leher Jingga.

***
Memori memori indah bersama Lian kembali terputar di ingatan gadis yang terus menatap lurus ke langit senja,dalam diam butiran butiran air mata jatuh seakan mengisyaratkan bahwa jiwanya rapuh dan hatinya terluka.dia mengelap air matanya dan menoleh kearah samping .bayangan Lian kembali hadir ,dia menyentuh lalu menggenggam tangan Lian tapi pada ahirnya dia menangis kembali menyadari yang ada digengamannya bukan tangan Lian tapi pasir putih yang semakin habis berjatuhan dari genggaman tangannya.
“KENAPA????” dia berteriak keras, debu debu seakan memenuhi ruang dadanya.. terasa sangat sesak. masih begitu lekat di ingatannya kenangan bersama Lian ditempat ini, tapi kenangan itu membuatnya menangis membuatnya semakin lemah.
“ kenapa kamu pergi,aku sangat membutuhkanmu...”ucap nya ditengah isakkan yang semakin memilukan.
“aku merindukanmu aku sangat merindukanmu....”
Ya gadis itu adalah Jingga , Jingga yang telah kehilangan Lian,sosok seperti  malaikat yang dulu selalu disampingnya memberikan kehangatan cinta, membuat harinya berarti dan penuh senyuman kini setelah dia pergi hari harinya beku,dingin dan tidak ada lagi arti,tidak ada lagi senyuman hangat di bibir tipisnya hanya wajah putus asa dengan tatapan kosong .
Tangan kanan Jingga kembali mengenggam butiran pasir  disampingnya seolah olah dia sedang mengenggam tangan Lian,tapi tiba tiba dia tersenyum sinis, ketika memory terakhir bersama Lian kembali menggeliat dalam renungannya.

___
“ benarkah apa yang aku liat?aku tidak percaya ! ini tidak mungkin!!! Tidak....dia di dia telah  pergi ...dihadapanku.... ” ucap Jingga terputus dia tak bisa melanjutkan ucapannya,  kakinya lemas hingga tak mampu menopang tubuhnya ,dia jatuh terduduk lalu air matanya jatuh,jatuh begitu saja melihat Lian pergi...
Pergi   bersama sosok gadis sexy,mereka tersenyum bahagia di atas motor yang di kendarai Lian.
“ jadi benar , kata teman temanku kalo dia selingkuh” dadanya semakin sesak dan sakit menerima kenyataan bahwa gosip yang selama ini dia sangkal itu benar , tapi hati kecilnya berkata tidak mungkin , Lian yang dia kenal bukan sosok seperti itu bukan...Lian adalah orang yang tidak bisa melihat orang lain tersakiti apalagi untuk menyakiti orang lain itu tidak mungkin, tapi kenyataannya sekarang  hatinya terluka karena Lian ,lelaki yang dia cintai,
Jingga tidak peduli melihat orang orang berlalu lalang menatapnya bingung,duduk di trotoar sambil menggelengkan kepalanya cepat seakan akan ingin menghentikan perdebatan antara  kenyataan yang ada dengan sangkalan hati kecilnya. Lalu dia mengambil BB dari tas sekolahnya, jari lentiknya memencet ragu ragu nama my boyfriend di lanyar BB.lalu dia dekatkan BB touch itu dekat ke telinga nya.
“hallo Jingga “ sapa Lian
Jingga diam mendengar sapaan Lian,tidak ada kata sayang dibelakang namanya tidak seperti biasanya ketika Lian memanggilnya,apa karena dia masih di dekat gadis sexy itu,
“haloo ...” suara Lian terdengar lagi di telinga Jingga.jingga menarik nafas berat dadanya terasa semakin sesak fikiran fikiran negatif memenuhi otaknya tapi kembali di tepis oleh hati kecilnya meyakinkan bahwa itu tidak benar
Telfon masih tersambung meski tak ada jawaban dari Jingga,dan Lian hanya diam menunggu Jingga bersuara
“aku ingin bicara,temui aku di tempat biasa..” suara Jingga membuka percakapan tapi juga menutup percakapan,ya tanpa menunggu jawaban dari Lian jingga langsung menutup telfonnya .

***

Jingga berdiri menghadap laut ,kulit putih nya menjadi merah terbakar matahari siang itu,tapi dia tidak peduli panas itu .dia sama sekali tidak merasakannya, yang dia rasakan kini hati nya terbakar oleh api kecemburuan dan kekecewaan.
“ kenapa harus bertemu disini? Disini sangat panas” kata Lian yang tiba tiba datang dan berdiri di samping Jingga, Jingga sama sekali tidak menoleh
Lian terlihat bingung dengan tingkah pacarnya itu “kamu kenapa?”
Jingga tersenyum sinis tanpa menoleh dia berkata dengan suara datar “ panas yang aku rasakan lebih dari panas yang kamu rasakan”
Lian mengamati Jingga panik dia melihat kulit putih jingga semakin merah, dia ingat kulit jingga sangat sensitif dengan panas matahari.” Kamu tidak apa apa? Ayo kita berteduh” Lian meraih tangan Jingga tapi lansung di tepis oleh kekasihnya itu
“berhenti berpura pura lagi Lian..”bentak Jingga ,dia menatap Lian marah
Lian terlihat bingung dia tidak mengerti ucapan Jingga
“ apa kamu tidak mencintai aku lagi Lian...” Jingga tidak bisa menahan air matanya ”.sesungungnya aku tidak percaya dengan gosip, kalo kamu selingkuh tapi tadi siang aku melihat kamu..”
“kamu sudah tau??” Lian memotong ucapan Jingga “ yang kamu lihat itu benar...”
Jingga berhenti menangis , pandangannya seperti kabur dia tidak pernah menyangka Lian dengan jujur mengakui semua itu ,kejujuran yang sangat menyakitkan, dia tidak percaya dengan ruang dengarnya itu pasti kesalahan,bukan jawaban itu yang dia mau ,dia hanya ingin Lian menyangkal semua itu menyakal bahwa Lian tidak pernah selingkuh karna hanya jingga yang ada di hatinya tapi semua itu hanya harapan semu.
Jingga menatap Lian dengan tatapan kecewa dan penuh amarah , tangannya tanpa sadar menampar pipi kiri Lian
“kenapa?kenapa??kamu lakukan itu?apa alasannya” tampar kedua mendarat lagi dipipi kiri Lian
Lian hanya diam hingga tamparan ketiga mendarat lagi di pipi kirinya dia baru bicara “ aku bosan”
Jingga dibuat tidak percaya dengan semua yang terjadi hari ini , sosok Lian dihadapannya bukan Lian yang dia kenal,tidak mungkin alasan yang tidak masuk akal bosan,dia menatap Lian tidak percaya.”bosan”
“hmm benar aku bosan dengan hubungan kita lebih baik kita akhiri hubungaan ini”
“benar kah kamu Lian,Lian tidak mungkin menyakitiku...”
“ aku Lian, Lian yang bosan dengan mu,,,apa belum cukup aku mengulangi kata kata itu hingga kamu sadar”
“bisakah kamu ulangi sekali lagi??aku masih tidak percaya dengan apa yang kamu katakan” minta Jingga bohong sejujurnya dia tidak ingin mendengar kata itu lagi sangat menyesakan.
“aku bosan,kita akhiri hubungan kita sampai disini...” Lian berjalan menjauh....
Sejak saat itu Jingga yang ceria berubah menjadi pemurung,semua teman temannya tau apa yang terjadi pada gadis cantik itu mereka mencoba menghibur Jingga tapi hasilnya nihil seperti menghibur patung yang akan tetap diam , siswa siswi di sekolah banyak yang ilfeel pada Lian,gadis gadis yang menyukainya menjauhinya bahkan dia tidak punya teman lagi,Lian jadi pendiam dan lebih suka mengurung dirinya di kelas,lalu beberapa hari berikutnya Lian pindah sekolah tanpa pamit tidak ada yang tau dia pindah kemana.
***
Jingga menangis mengingat semua itu tapi disela tangisannya dia tertawa ,menertawai  kebodohan dirinya sendiri .. kenapa dia menunggu seseorang yang menyakiti nya,kenapa masih mengharap orang yang jelas jelas sudah melukai hatinya?dia tidak bisa membenci Lian sedikitpun dia malah membenci dirinya sendiri  yang tetap mencintai Lian , membenci fikirannya yang selalu memikirkan Lian,membenci hatinya yang selalu merindukan Lian , dan membenci waktunya yang sia sia menunggu Lian kembali untuknya.
“bodohh” dia mengumpat dirinya sendiri  lalu menggenggam kalung pemberian Lian yang tergantung dilehernya.
“kenapa kau tetap seperti ini?heh...apa dia mengenang mu setiap hari dan menangis tersedu sedu sepertimu??apa dia terluka sepertimu!!!pasti tidak !!!dia pasti sedang tertawa bahagia dengan gadis sexy itu... dia pasti sudah melupakanmu!!!!kenapa kau masih saja mencintai orang yang tidak mencintaimu???dia bilang bosan bukan??apa kau tidak bosan memikirkan dia setiap hari hah!!bahkan dia tidak pernah memikirkanmu!!!” ucap hatinya marah
“hentikan semua ini...aku mohon!” pinta Jingga pada hatinya.
dia menangis kembali,apa hanya itu yang  dia bisa lakukan menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.sudah 2 th sejak kepergian Lian entah kemana..dia selalu melakukan hal seperti ini setiap hari duduk beralas pasir ,menatap kosong ke arah senja lalu menangis dan tiba tiba tersenyum ataupun tertawa..
“tidakk....aku tidak boleh terus seperti ini...dia sudah menyakitiku dan pergi tanpa pamit, bahkan.. dia , tidak meminta maaf atas kesalahannya...selama ini aku menangisi orang seperti itu??bodoooohhh.......bodoooohh...tidak aku tidak boleh seperti ini tidak bolehh...”teriak Jingga.
“ pergilah...” dia berdiri matanya menatap ke arah langit senja yang terdominasi oleh warna jingga.
 “ senja jingga , terbenamlah bersama cintaku untuk nya,bawa dia terbenam bersamamu...” Jingga menarik dengan keras kalung di lehernya hingga terlepas ia menatap sekilas kalung berliontin love dengan inisial LJ di tangannya lalu melemparkan kalung itu ke arah ombak.
Pandangan matanya kabur melihat kenyataan perih yang dia rasakan ,dia kembali teduduk lemas menutup wajah sendunya dengan ke dua tangan, sambil mencoba merapikan fikiranya yang kacau.
“kamu ada disini??” sebuah suara terdengar dari samping Jingga duduk ,Jingga tertegun sejenak,suara lembut itu sangat familiar di ruang dengarnnya,dia melirik sekilas orang disamping dia duduk memastikan benar atau tidak suara lembut itu milik Lian. benar itu Lian.
Jingga memasang wajah dingin untuk menutupi kemarahanya “ apa dia mendengar apa yang aku ucapkan tadi..bodo amat...kenapa tiba tiba dia ada disini” tanya hatinya
 “ kamu masih sering kesini?”
“ini untuk terahir kali “
“benarkah??apa kamu kesini untuk mengenangku?”
“benar..mengenangmu adalah hal yang indah tapi sedetik kemudian berubah menjadi kenangan buruk..” jawab Jingga dingin dia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari senja yang beberapa menit lagi akan hilang.
“aku tau...aku minta maaf..”
“maaf sudah terlambat...apa kata maaf bisa mengubah hatiku yang sudah terluka?tidak?”
“ya kamu benar,tapi jujur aku masih mencintaimu Jingga..”
Mendengar peryataan Lian Jingga hanya tersenyum sinis
“apa kamu fikir ini hanya lelucon??apa kamu tau alasan sebenarnya aku memutuskan mu?”
“bosan,bukankah itu alasan yang bagus..” lagi lagi Jingga tersenyum sinis
“bukan,bukan karena itu..kamu masih ingat Jingga apa yang kamu katakan ketika melihat fifi dan toni pacaran kamu bilang fifi itu kaya ,cantik dan baik kenapa bisa pacaran dengan Toni yang miskin dan  dari keluarga brokenhome lagi,aku  tidak mau seperti itu...untungnya aku punya pacar seperti Lian adesta.. kamu masih mengingatnya?mendengar ucappan mu itu hatiku terasa sakit,sejujurnya saat itu aku ingin menceritakan kepada kamu bahwa aku bukan anak kandung dari Pak adesta ,tapi ucapanmu itu seperti sebuah hinaan untukku aku bukan Lian adesta anak orang ternama,aku lebih buruk dari Toni yang dari keluarga brokenhome .. aku hanya anak pugut,bahkan aku dari keluarga yang tidak jelas..apa aku masih pantas menjadi pacarmu?” cerita Lian
Jingga menatap Lian penuh salah saat itu tanpa sadar kata kata itu keluar dari mulutnya dia sama sekali tidak menyangka ucapannya itu melukai hati Lian , dia merasa sangat bersalah tapi mulutnya sulit untuk berkata maaf,keegoisan masih saja menyelimuti perasaan Jingga “meski seperti itu kenapa kau menyakitiku dengan selingkuh?”pertanyaan itu hanya dia gumamkan lewat hati.
“aku tau kamu mengucapkan itu tanpa sadar,tapi saat itu aku sangat kacau,aku tidak menyangka aku hanya anak pungut...aku tidak tau harus bagaimana?aku bingung..yang aku punya hanya kamu tapi ucapanmu sulit untuk aku trima...aku merasa tidak pantas untukmu...maaf saat itu aku fikir lebih baik kita putus tapi aku tidak tau cara mengucapkannya,bodoh aku kira dengan selingkuh kita akan putus dengan mudah dan kamu akan melupakanku dengan cepat..setelah itu aku pergi mencari orang tua kandungku...maaf aku tidak pamit...aku sudah menemukan mereka sekarang..mereka adalah keluarga yang menitipkan anaknya pada Pak Adesta karena terhimpit kemiskinan...” sambung Lian.
Mendengar cerita Lian , Jingga semakin merasa bersalah seharusnya dia ada disaat Lian terluka,tapi apa yang dia lakukan dia malah semakin membuat Lian terluka.dia tidak berani menatap Lian ,rasa bersalah  membuatnya semakin tidak bisa berkata apapun.
“ aku kembali berharap kamu masih mencintaiku,aku tidak ingin terus lari dari kenyataan bahwa aku bukan anak orang kaya,apa kamu masih mau dengan ku  dengan Lian anak orang miskin??”
“bodoh kenapa kamu fikir aku mencintaimu karna kamu anak orang kaya,tidak aku mencintaimu karena kamu Lian “ peryataan itu hanya terucap dalam hati Jingga saja,Jingga terlalu gugup dengan situasi seperti ini.ahirnya dia hanya merunduk menatap pasir.
“aku sudah mendengar jawabanmu..”Lian berdiri lalu berjalan menuju laut matanya menatap lurus ke arah senja jingga yang terlihat semakin gelap.
Jingga tertegun bingung dengan ucapan Lian barusan jawaban apa??dia mengamati Lian yang kakinya kini sudah tertutup oleh air ombak. “Lian apa yang kamu lakukan??” teriak Jingga
“bukankah kamu ingin cintamu tenggelam bersama senja sore ini??aku tidak  bisa hidup tanpa cintamu lebih baik cintaku juga tenggelam bersama cintamu, dengan senja sore ini” Lian melangkahkan kakinya dideru ombak menuju ke tengah laut .
Jingga tertegun ,mencoba mencerna arti ucapan Lian,dia menatap Lian yang setengah tubuhnya kini sudah tenggelam oleh air laut.” apa maksud ucapan Lian apa dia akan bunuh diri??” kata hati Jingga..
“TIDAKKK.....” teriak Jingga panik..dia berlari menuju Lian tapi apa yang dia temukan dia tidak menemukan apapun,Lian sudah tenggelam. Jingga semakin panik dia terus mencoba mencari sosok Lian. Fikirannya semakin kacau menginggat Lian tidak bisa berenang.
“TIDAKK......LIAN.......TIDAKK... TOLOOONGGGG.........TOLONGGG” teriak Jingga keras tapi tidak ada siapa pun yang datang...
“ Lian...tidak kamu tidak boleh meninggalkanku lagi...” Jingga menceburkan dirinya kelaut,dia berenang mencari keberadaan Lian,tapi hasilnya nihil,lalu dia mencoba menyelam menantang ombak laut yang semakin besar hingga tubuh langsingnya terbanting banting  tapi kembali dia tidak bisa menemukan Lian,hingga tubuhnya semakin lemah dan kakinya kaku tidak bisa digerakan.dia hampir tenggelam hanya tangan kanannya yang muncul dipermukaan.namun ahirnya Jingga harus menyerah kini tenaganya habis,tubuh nya lambat laun tenggelam menuju dasar laut. Jingga menutup matanya pasrah.
“ apa cinta kita memang harus tenggelam bersama senja sore ini” Jingga membuka matanya,samar samar dia melihat kalung berliontin love di dasar laut dia meraihnya lalu menatap kalung itu ,dia meraba ukiran inisial Lj di tengah liontin love . dia tersenyum lalu menggenggam kalung itu diatas dadanya.
“ aku bohong....aku tidak ingin cinta kita tenggelam ,aku sangat mencintaimu Lian,kenapa ahirnya harus seperti ini?” Jingga tersenyum pilu ,dia menutup matanya merasakan tubuhnya kini semakin dekat dengan dasar laut.


***
Jingga merasakan ada benda lembut menyentuh bibirnya berkali kali lalu menghembuskan udara  sejuk yang memenuhi  kerongkongannya.
Jingga terbatuk batuk lalu dari mulutnya keluar air laut , membuat dia bisa bernafas kembali.
“kamu tidak apa apa?”
Jingga membuka mata  “ Lian ”  dia menatap lekat lelaki dihadapannya.”kamu tidak apa apa?”.
“bodoh dasar gadis bodoh..” Lian memeluk Jingga erat , dia sangat panik ketika Jingga tenggelam, Lian menyelam hingga akhirnya menemukan Jingga tidak sadarkan diri di dasar laut.
Pelukan ini,pelukan yang sangat Jingga rindukan . dia menangis dan membalas pelukan Lian “jahatt,kamu jahat Lian.” Jingga memukul mukul punggung Lian keras
“maaf,maafkan aku Jingga aku menyesal”
 “aku sudah bilang kata maaf tidak bisa mengubah hati yang sudah terluka..”bentak Jingga ,dia berusaha melepaskan pelukan Lian,tapi  Lian semakin mempererat pelukannya .
“apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan aku Jingga” Lian menitihkan air matanya dia menyesali semua yang dia lakukan, karena dia telah membuat Jingga menangis dan terluka,bahkan karena dia gadis yang dia cintai hampir mengorbankan nyawa untuknya.
“jangan pernah meninggalkanku dan jangan pernah biarkan aku menangis”
“ pasti”
***                                                                                                                                         
Jingga berbaring di pasir, kepalanya bersandar di lengan abs Lian dia menatap wajah Lelaki tampan itu dari samping memastikan apa yang terjadi hari ini bukan hanya sekedar mimpi.lalu pandangannya dia alihkan ke langit
Menatap Senja yang kini telah lenyap.. berubah menjadi kanvas hitam dengan titik titik cahaya bintang .
“ bukankah kamu tidak bisa berenang?”
“itu dulu,sekarang aku sudah bisa berenang” 
Jingga kembali mengalihkan pandanganya ke wajah Lian , dia melihat Lian seperti sedang memikirkan sesuatu. “ apa yang sedang kamu fikirkan??”
“aku tidak bisa menemukan kalung itu....”
“ jadi kamu bukan mau bunuh diri?tapi mau mencari kalung itu?”
“kamu menganggap aku akan bunuh diri?hahahaha”
“dasarr...menyebalkan”
“seperti ada yang hilang saat kalung itu hilang?”
“apa???”
“ jiwaku, kalung itu seperti simbol cinta kita love dengan inisial nama kita LJ ,2 huruf berbeda yang menyatu karena cinta ..”
“ jika kalung itu hilang , apa kamu tidak mencintaiku lagi?”
“bukan,bukan seperti itu”  sangkal Lian cepat takut Jingga salah faham .
Jingga tersenyum “terus kenapa??”
“karena..” Lian bingung mencari jawaban dari pertanyaan Jingga
Jingga memasang wajah  cemberut “ jangan jangan kalung itu ada sihirnya yah???gara gara aku menggunakan kalung itu aku selalu memikirkanmu, tidak bisa melupakanmu ,sampai aku tidak bisa punya pacar baru..ahh teryata kamu menguna gunain aku Lian?”
Lian tidak menyangka Jingga bisa berfikir seaneh iitu “ tidak, fikiranmu aneh sekali..kalo tidak bisa nyari pacar baru  jangan salahkan kalung itu”
Dalam hati Jingga ,dia tersenyum melihat Lian masuk kedalam perangkap kejailannya “ jadi aku boleh nyari pacar baru?” tanya Jingga riang
“tidak,tidak boleh...”
“boleh , kan kalung itu tidak aku pakai lagi..jadi sihirnya ilang”
“ benarkah kalung itu ada sihirnya??aku harus mencarinya dan memakaikannya ke kamu agar kamu tidak berpaling ke lelaki lain lain.” Lian bergegas berjalan menuju laut tapi Jingga segera memeluknya dari belakang sehingga langkah Lian tertahan
Jingga tersenyum dia semakin erat memeluk pinggang Lian “ jangan pergi,aku sudah menemukan jiwamu,aku sudah menemukannya...”
Lian membalikan tubuhnya menatap Jingga bingung
“ jiwamu dan cintamu ada digenggamanku sekarang” Jingga menjulurkan genggamannya dihadapan Lian dan membuka genggamannya sedikit demi sedikit seperti yang dilakukan Lian dulu.
“kamu menemukannya” ucap Lian tak percaya ketika mendapati kalung berliontin love dengan inisial LJ di gengggaman tangan Jingga.
“ya...kamu tidak ingin secepatnya memakaikan kalung ini ke leherku , kamu tidak takut sihirnya akan pudar”
Lian menghembuskan nafas lega setelah  memakaikan kalung itu keleher Jingga “sekarang kamu tidak akan berpaling dari ku “
“ sepertinya tidak,sihirnya sepertinya sudah mulai pudar,aku masih berharap punya pacar baru..”
“ benarkah...tapi aku masih punya sihir yang lain”
“apa?”
Cup.... Lian mencium bibir Jingga lembut lalu melepaskan ciumannya dan berkata “ ini sihir yang ampuh bukan?”
“sepertinya iya...”



****

Maaf jika geje... coment yah..


0 komentar: